campaign

Berita Kabar

img 13/04/2026

img Superadmin

Berita Kabar

Dari Rumah Sederhana, Hilmy Farasyah, Mahasiswa ITB Rintis Masa Depan Lewat Pendidikan

img 13/04/2026

img Superadmin

(Rumah Amal Salman, Bandung) — Bagi sebagian orang, masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mungkin hanya soal prestasi akademik. Namun bagi Muhammad Hilmy Farasyah, mahasiswa Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2025, langkah menuju kampus impian justru berawal dari rumah sederhana serta perubahan besar dalam kehidupan keluarganya sejak ia kehilangan sosok ayah di usia 13 tahun.

Sejak saat itu, kondisi ekonomi keluarga berubah signifikan. Peran kepala keluarga perlahan digantikan oleh kakaknya yang menjalankan usaha printing kertas rumahan dengan penghasilan yang tidak menentu, berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan. Sementara sang ibu, seorang ibu rumah tangga, turut membantu operasional usaha tersebut.

Meski hidup dalam keterbatasan, Hilmy mengaku tetap tumbuh di lingkungan keluarga yang hangat dan suportif. Dari situ pula muncul dorongan kuat dalam dirinya untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan memperbaiki kehidupan keluarga.

Ia terinspirasi oleh sebuah kutipan tokoh dunia yang cukup dikenal: pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia. Bagi Hilmy, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai jenjang formal, melainkan sebagai instrumen mobilitas sosial dan sarana untuk membuka peluang masa depan yang lebih luas.

Keyakinan tersebut mendorongnya untuk menargetkan perguruan tinggi negeri sebagai tujuan pendidikan berikutnya. Baginya, akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas tidak hanya membuka cakrawala berpikir, tetapi juga memperluas jejaring serta menciptakan dampak jangka panjang secara intelektual, sosial, maupun ekonomi.

Perjalanan menuju tujuan itu tidak selalu mudah. Selama menempuh pendidikan di SMA, Hilmy aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan kompetisi. Ia menjabat sebagai Ketua OSIS SMAN 5 Surabaya dengan tanggung jawab memimpin sekitar 1.000 siswa dan lebih dari 20 ekstrakurikuler. Ia juga menjadi Wakil Ketua Umum Himpunan Musyawarah OSIS Jawa Timur yang mengkoordinasikan ribuan anggota dari berbagai daerah.

Di tengah aktivitas organisasi yang cukup intens, Hilmy tetap berusaha menjaga prestasi akademiknya. Ia lulus dengan nilai rata-rata 93,12 dari 100 dan menempati peringkat kedua dari 330 siswa di sekolahnya.

Sejumlah prestasi juga berhasil diraih, di antaranya menjadi Finalis Olimpiade Sains Nasional Fisika tingkat provinsi, Juara 2 Cerdas Cermat Dinas Pendidikan Jawa Timur, serta Juara 3 Public Speaking Youth Leader Festival tingkat nasional.

Menurut Hilmy, menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan organisasi menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku harus mengelola waktu secara disiplin dan menjaga konsistensi agar tetap dapat berkembang di dua bidang tersebut.

Hilmy sebagai salah satu penerima manfaat Beasiswa Perintis menyampaikan momen yang paling berkesan dalam perjalanannya terjadi saat mengikuti Learning Camp. Ketika mendengar tagline “merintis masa depan bersama Beasiswa Perintis”, Hilmy mengaku sempat menitikkan air mata karena merasa sedang mempertanyakan arah hidupnya.

Momen refleksi tersebut justru menjadi titik balik yang memperkuat tekadnya. Ia menyadari bahwa mimpi tidak cukup hanya diinginkan, tetapi harus diperjuangkan dengan ikhtiar yang serius dan terarah.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika ia diterima di ITB melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Namun tantangan baru muncul ketika memulai kehidupan sebagai mahasiswa. Sebagai perantau, Hilmy harus beradaptasi dengan lingkungan baru serta metode belajar di perguruan tinggi yang lebih menuntut kemandirian dan pemahaman konseptual.

Dengan disiplin belajar dan manajemen waktu yang lebih terstruktur, ia mampu menjaga performa akademiknya dengan meraih Indeks Prestasi (IP) 4,00 pada Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITB.

Di luar kegiatan akademik, Hilmy juga aktif mengembangkan diri dalam bidang kepemimpinan, komunikasi publik, dan produksi kreatif. Ia pernah memimpin berbagai kegiatan organisasi, menjadi pembicara dalam forum kepemimpinan, hingga memimpin produksi sejumlah film pendek bersama tim kreatif.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi ruang belajar penting untuk membangun kemampuan berpikir strategis serta bekerja bersama berbagai pihak.

Ke depan, Hilmy berharap dapat terus menebar kebermanfaatan bagi orang lain. Baginya, perjalanan merantau untuk menempuh pendidikan di ITB bukan sekadar mengejar gelar, melainkan bagian dari upaya merintis masa depan yang lebih unggul, baik bagi dirinya, keluarga, maupun masyarakat. (Penulis: Dhea Rizky)


Donasi Sekarang

Bagikan


Komentar (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kami dapat menggunakan cookie atau teknologi pelacakan lainnya saat Anda mengunjungi situs web kami, termasuk bentuk media lain, situs web seluler, atau aplikasi seluler yang terkait, untuk membantu menyesuaikan Situs dan meningkatkan pengalaman Anda.

Accept All