campaign

Berita Kabar

img 24/09/2025

img Superadmin Developer

Berita Kabar

Siswa SMP Edu Global Bandung Belajar Empati Lewat Penyaluran Sembako

img 24/09/2025

img Superadmin Developer

(Rumah Amal Salman, Bandung) — Bulan ini, suasana berbeda terasa di ruang Layanan Dasar Rumah Amal Salman. Sebanyak 6 siswa SMP dari Edu Global Bandung melaksanakan kegiatan kerelawanan dengan project akhir menyalurkan sembako untuk keluarga kurang mampu di RW 04 Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Bukan hanya soal bantuan pangan, program yang berlangsung sepekan itu juga menghadirkan pengalaman baru bagi para siswa yang terlibat langsung dalam proses berbagi.

Program yang dinamai Voluntary ini dirancang sebagai latihan empati sekaligus memperluas rasa syukur anak-anak. Nadya Ratnasari Dewi, guru pembimbing menyampaikan banyak hal kecil yang ternyata meninggalkan kesan mendalam selama berkegiatan.

“Bagi sebagian anak, menyentuh beras secara langsung adalah pengalaman pertama, karena biasanya ketika di rumah, nasi sudah siap tersaji di piring masing-masing,” kata Nadya, Senin, 15 September 2025.

Nadya juga menambahkan, bahkan di sini, pengalaman menimbang lima kilogram beras, mengemas sembako, hingga membagikannya merupakan hal teknis yang cukup awam bagi anak-anak. Rumah Amal juga memberikan pengajaran untuk menjadi customer service, anak-anak dilibatkan untuk melayani dan mendengarkan berbagai keluhan dari para pengaju bantuan (mustahik), agar bisa lebih berempati pada kondisi mereka. Sehingga mendengar kabar tersebut, para orang tua pun merasa antusias sekaligus bangga sebab anak-anak bisa melakukan berbagai hal yang penuh makna.

Menurut Nadya, kolaborasi dengan Rumah Amal Salman sejalan dengan visi sekolah dalam menumbuhkan kepedulian sosial. Lingkungan lembaga zakat itu dinilai kondusif, bahasanya terjaga, serta dekat dengan masjid sehingga mendukung pelaksanaan ibadah mereka. Dukungan orang tua pun mengalir deras. “Bahkan saat kegiatan donasi, partisipasi mereka sangat besar. Dalam seminggu saja, dana yang terkumpul cukup signifikan,” ujarnya.

Bagi para siswa, pengalaman ini meninggalkan kesan tak terlupakan. Fatih, ketua kelompok, mengaku senang bisa terlibat. “Paling berkesan saat membantu packaging sembako bersama teman-teman untuk dibagikan. Rasanya menyenangkan bisa ikut berbagi,” ujarnya. Hal serupa dirasakan Hayfa. Awalnya ia sempat gugup, tapi akhirnya justru menikmati prosesnya. “Ini pengalaman pertama. Semoga bisa berbagi lagi seperti ini di kesempatan lainnya,” ujarnya.

Meski sederhana, kegiatan itu disambut antusias oleh sekolah, orang tua, hingga warga penerima manfaat. Nadya berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan, bahkan diperluas ke program sosial yang ada di SMA. “Kami ingin anak-anak belajar bahwa berbagi, baik materi maupun moril, selalu meninggalkan dampak. Bukan hanya mengisi waktu kosong, tapi juga ruang-ruang kosong di hati mereka,” pungkas Nadya. ***

Bagikan


Komentar (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kami dapat menggunakan cookie atau teknologi pelacakan lainnya saat Anda mengunjungi situs web kami, termasuk bentuk media lain, situs web seluler, atau aplikasi seluler yang terkait, untuk membantu menyesuaikan Situs dan meningkatkan pengalaman Anda.

Accept All