campaign

Berita Kabar

img 13/04/2026

img Superadmin

Berita Kabar

Rumah Amal Salman Gandeng ITB dan Unand Siapkan Mahasiswa Bangun Hunian Sementara bagi Penyintas Bencana

img 13/04/2026

img Superadmin

(Rumah Amal Salman, Bandung) - Sahabat Amal, Rumah Amal Salman bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Andalas (Unand) menggelar Workshop Hunian Sementara di Masjid Salman ITB, Selasa, 3 Februari 2026. Kegiatan ini ditujukan untuk melatih mahasiswa agar siap membantu pembangunan hunian sementara bagi para penyintas longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, serta wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Workshop yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian dari upaya penyiapan sumber daya manusia dalam penanganan pascabencana. Para mahasiswa arsitektur dari ITB dan Universitas Andalas dibekali pengetahuan teknis sekaligus pengalaman lapangan agar mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan hunian sementara yang cepat dan layak huni.

Kegiatan ini dipimpin oleh arsitek ITB, Andry Widyowijatnoko, yang telah berpengalaman membangun hunian sementara di berbagai lokasi bencana. Pada hari pertama, peserta difokuskan pada pelatihan pembangunan rangka struktur hunian berbahan kayu yang ditargetkan menjadi tiga unit huntara.

“Workshop ini kami rancang sebagai pembelajaran lapangan bagi mahasiswa. Harapannya, mereka siap diterjunkan untuk membantu para penyintas, baik di Cisarua maupun di wilayah Sumatera,” ujar Andry.

Ia menjelaskan, penggunaan material kayu dipilih karena proyek ini juga akan direplikasi di wilayah Sumatera yang memiliki banyak limbah kayu pascabencana. “Kayu yang tersisa bisa diolah kembali menjadi struktur pre-fabrikasi sehingga pembangunan hunian sementara dapat dilakukan lebih cepat dan efisien,” katanya.

Hunian sementara yang dibangun dirancang berukuran 6 x 6 meter dan diperuntukkan bagi satu keluarga dengan anggota empat hingga enam orang. Desain tersebut mempertimbangkan kebutuhan dasar penyintas, terutama aspek kenyamanan dan privasi, sembari menunggu hunian tetap dari pemerintah.

“Hunian sementara ini diharapkan bisa segera ditempati, sehingga penyintas tidak terlalu lama tinggal di pengungsian,” tutur Andry.

Dari sisi teknis, kayu dinilai memiliki keunggulan dibandingkan bambu. Menurut Andry, kayu memiliki dimensi yang lebih stabil sehingga memudahkan perhitungan struktur. “Dalam kondisi darurat, stabilitas material sangat penting agar pembangunan bisa cepat dan aman,” ujarnya.

Bagi mahasiswa, workshop ini menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori dan praktik. Arvino, mahasiswa Arsitektur ITB, mengaku mendapatkan banyak pembelajaran baru selama pelatihan hari pertama.

“Secara teori kami sudah belajar struktur kayu, tetapi saat praktik langsung ternyata banyak penyesuaian, mulai dari kondisi material hingga pemasangan baut dan mur,” kata Arvino.

Ia berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan empati sekaligus kesiapan untuk terjun langsung ke lokasi bencana. “Kalau ada kesempatan turun ke lapangan, saya sangat bersedia. Saya ingin ilmu yang saya pelajari bisa benar-benar bermanfaat bagi para penyintas di lokasi bencana,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Sabrina Putri Khairunnisa, mahasiswa Arsitektur Universitas Andalas, yang datang bersama rekan-rekannya dari Padang, Sumatera Barat, untuk mengikuti workshop di Masjid Salman ITB.

“Saya merasa terhormat bisa mengikuti workshop ini. Kami belajar menukang, mengukur kayu, dan bekerja sama dengan tim. Ini pengalaman baru yang sangat berharga,” kata Sabrina.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di daerah asalnya yang juga terdampak bencana. “Sebagai mahasiswa dari wilayah yang terdampak bencana, kami ingin pulang membawa manfaat untuk saudara-saudara kami di Sumatera,” tuturnya.

Melalui workshop ini, Rumah Amal Salman berharap para mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga kepekaan sosial dan empati, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam menghadirkan hunian sementara yang layak bagi para penyintas bencana. ***

Donasi Sekarang

Bagikan


Komentar (0)

Silakan Login untuk memberikan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kami dapat menggunakan cookie atau teknologi pelacakan lainnya saat Anda mengunjungi situs web kami, termasuk bentuk media lain, situs web seluler, atau aplikasi seluler yang terkait, untuk membantu menyesuaikan Situs dan meningkatkan pengalaman Anda.

Accept All