(Rumah Amal Salman, Bandung) – Sahabat Amal, Asosiasi Masjid Kampus Indonesia (AMKI) menggelar dua agenda nasional secara bersamaan, yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AMKI ke-21 dan Jambore Nasional AMKI Muda 2025 di Universitas Brawijaya (UB), Malang, pada 31 Oktober–2 November 2025. Mengusung tema “Sinergi Kepemimpinan dan Inovasi Masjid Kampus yang Inklusif, Berkelanjutan, dan Berdampak menuju Indonesia Emas Berperadaban,” forum ini menjadi ajang konsolidasi dan kolaborasi strategis antar masjid kampus di seluruh Indonesia.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Rumah Amal Salman turut hadir aktif dalam perhelatan tahunan ini. Direktur Rumah Amal, Syachrial, menegaskan komitmen lembaga untuk terus berperan dalam penguatan kapasitas mahasiswa dan kampus. “Rumah Amal di sana mengisi porsi untuk mendorong AMKI mengembangkan mitra Rumah Amal di masing-masing kampus,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan terbentuknya mitra ini, mahasiswa dapat terbantu dalam menempuh pendidikan, sekaligus mendukung kampus dalam menjadi kampus berdampak. Kehadiran Rumah Amal menjadi bagian penting dalam upaya memperluas jaringan filantropi kampus dan memperkuat ekosistem pemberdayaan mahasiswa. Dukungan ini sejalan dengan semangat AMKI untuk menjadikan masjid kampus sebagai pusat peradaban dan pembentukan karakter insan akademik.
Rakernas dan Jambore kali ini mencatat sejarah baru bagi AMKI. Untuk pertama kalinya, kegiatan diselenggarakan secara paralel, dengan Universitas Brawijaya mewakili PW Jawa Timur sebagai pengurus wilayah termuda untuk menjadi tuan rumah. Sebanyak 581 peserta dari seluruh Indonesia hadir, terdiri atas 271 peserta Rakernas dan 310 mahasiswa peserta Jambore Nasional, yang mewakili 126 perguruan tinggi dari Aceh hingga Papua.
Forum ini tidak hanya membahas agenda kerja tahunan, tetapi juga menjadi ruang diskursus kebangsaan. Sejumlah tokoh nasional dan akademisi hadir sebagai pembicara utama, di antaranya Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI), Prof. Dr. Khairul Munadi, M.Eng. (Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi), Imam Mohamad Bashar Arafat (President of CECF, Maryland, Amerika Serikat), Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P (tokoh nasional),. Prof. Widodo, Ph.D. (Rektor Universitas Brawijaya), dan Prof. Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D. (Ketua Umum PP. AMKI).
Penyelenggaraan Rakernas AMKI ke-21 dan Jambore Nasional AMKI Muda 2025 ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Universitas Brawijaya, Yayasan UB, Masjid Raden Patah UB, BAZIS UB, Rumah Amal Salman, serta mitra korporasi seperti Paragon Corp dan PaninBank. Sinergi lintas sektor ini mempertegas peran masjid kampus sebagai motor penggerak pendidikan, moralitas, dan inovasi sosial di lingkungan akademik.
Melalui forum ini, diharapkan AMKI semakin kokoh menjadi wadah sinergi nasional bagi masjid kampus dan melahirkan pemimpin-pemimpin muda Islam yang unggul, berkarakter, dan siap membawa perubahan menuju Indonesia Emas 2045. ***
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!