Berita Kabar
14/04/2026
Superadmin
Berita Kabar
Kemenag Bersama Rumah Amal dan YBM BRILiaN Bangun Akses Air Bersih untuk Masyarakat Guwa Lor
14/04/2026
Superadmin
(Rumah Amal Salman, Bandung) – Pada November tahun lalu, Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Kampung Zakat di Desa Guwa Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon. Di momen itu juga Kemenag menggandeng Rumah Amal Salman dan YBM BRILiaN untuk menginisiasi program penyediaan air bersih untuk masyarakat di lokasi tersebut.
Untuk diketahui, selama 70 tahun, masyarakat Guwa Lor mengandalkan air irigasi yang kualitasnya tidak layak konsumsi. Warga pernah berupaya melakukan pengeboran hingga kedalaman 60 meter, tetapi tetap tidak membuahkan hasil. Bahkan air menunjukkan kadar besi yang jauh di atas ambang batas serta tingkat kekeruhan yang tinggi.
General Manager YBM BRILiaN, Dwi Iqbal Noviawan, menyampaikan, Masyarakat Guwa Lor tidak memiliki mutu air baku yang layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari. "Kami fokus penyediaan air bersih. Program ini berkonsentrasi pada wilayah kekeringan dan krisis air bersih, penyelesaian sanitasi, dan edukasi perilaku hidup sehat masyarakat," kata Iqbal.
YBM BRILiaN juga mendorong agar masyarakat sekitar mendirikan Kelompok Swadaya Pengelola Air Bersih (KSPAB). Kelompok ini akan bertugas untuk mengelola layanan air bersih ini hingga lebih mandiri dan dapat membangun hal serupa di daerah sekitar yang belum teraliri air bersih.
Untuk program ini, YBM BRILiaN, sambung Iqbal, menganggarkan biaya total Rp1 miliar yang juga "sharing cost" dengan beberapa pihak terkait untuk menguatkan program hingga tuntas.
Penyediaan Air Bersih Menggunakan Teknologi Filter Aktif
Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial menyampaikan, program yang bertajuk Tirta Masjid di Desa Guwa Lor, Kec. Kaliwedi, Kab. Cirebon ini menggunakan Teknologi Filter Aktif yang dimodifikasi Dosen Teknik Lingkungan ITB, Dr James Nobelia. Teknologi ini diterapkan pada titik sumber mata air yang baru ditemukan warga dengan alat pendeteksi mata air.
Air yang disedot dari dasar tanah, akan melewati proses filterisasi aktif. Dalam proses ini, air yang semula memiliki kandungan besi tinggi dan kotor, menjadi bersih dan layak dikonsumsi. Setelah melewati filterisasi aktif, air akan ditampung ke dalam dua tangki berkapasitas 40 meter kubik, yang masing-masing tangki berkapasitas 20 meter kubik.
Dua sumur bor dengan debit 3 liter per detik menjadi sumber air baku yang selanjutnya diolah menggunakan koagulan, pasir aktif, dan karbon, sebelum dapat dikonsumsi. Air bersih kemudian didistribusikan ke rumah warga hingga kualitas sangat terjaga.
Hingga saat ini, 54 rumah sudah tersambung dengan jaringan air bersih. Dalam waktu dekat, cakupan layanan ditargetkan meluas hingga 300 rumah. Pengelolaan fasilitas akan diserahkan kepada Koperasi Masjid Al Muhtadin, lengkap dengan mekanisme iuran bulanan dan biaya pemasangan awal sebagai upaya menjaga keberlanjutan sistem.
Harapannya, program bisa menjadii solusi untuk meningkatkan akses layanan infrastruktur yang merata bagi masyarakat, utamanya akses terhadap air bersih. Dengan hadirnya program diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan mengurangi beban pengeluaran masyarakat. ***
Bagikan
Kabar Lainnya
Pertama di Indonesia, Laboratorium Pelatihan Diresmikan, Rumah Amal Garut Mendapat Apresiasi Wakil Bupati dan BKKBN Jawa Barat
14 April 2026
Melalui Kampus Berdampak, ITB Hadirkan Akses Air Bersih dengan Pendanaan Zakat, Infak dan Sedekah By Marchiana 11/12/2025
14 April 2026
Perjalanan Roufian Afif, Mahasiswa UIN Mengembangkan Dakwah Digital
13 April 2026
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!