Berita Kabar
13/04/2026
Superadmin
Berita Kabar
ITB dan Rumah Amal Adakan "Tradisi Meugang" untuk Warga Aceh Terdampak Bencana
13/04/2026
Superadmin
(Rumah Amal Salman, Bandung) - Di tengah luka akibat bencana banjir yang melanda wilayah pedalaman Aceh, warga Desa Jamat, Kecamatan Linge, masih berusaha bertahan dengan segala keterbatasan. Manager Program Rumah Amal Salman, Abdul Azis mengatakan, warga desa tersebut kehilangan rumah, sawah, serta sumber penghidupan yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. “Warga di sini bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan sawah. Aktivitas ekonomi dan sosial mereka belum pulih. Sampai sekarang, masih banyak yang tinggal di rumah saudara,” ujar Aziz.
Kondisi tersebut membuat warga hidup dalam rasa waswas. Mereka khawatir akan terjadi banjir susulan, terlebih muncul kabar bahwa kawasan ini nantinya akan direlokasi. “Harapan terbesar warga sebenarnya bukan soal bantuan materi, tetapi ingin segera pulih dari bencana, merasa aman, dan bisa kembali berdaya secara ekonomi dan sosial,” tutur Aziz.
Bagi warga Desa Jamat, pemulihan bukan semata soal tempat tinggal baru. Yang lebih mendesak adalah kepastian rasa aman dan kesempatan untuk kembali bekerja. “Kalau nanti ada hunian, itu bonus. Yang penting sekarang warga ingin merasa aman, tidak terus-menerus dihantui takut banjir, dan bisa mulai bangkit lagi pelan-pelan,” tutur Azis. Ia menuturkan, kondisi psikologis warga masih belum sepenuhnya pulih. Kerusakan lingkungan di sekitar desa membuat mereka merasa tidak memiliki banyak pilihan selain menunggu proses relokasi, meski belum diketahui kapan akan terealisasi.
Di tengah situasi sulit tersebut, kebahagiaan sederhana hadir melalui tradisi Meugang, sebuah tradisi khas masyarakat Aceh menyembelih, memasak, dan menyantap daging sapi atau kerbau bersama keluarga dan kerabat menjelang hari-hari besar perayaan umat Islam, seperti salah satunya Ramadan.
pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang diadakan pada Senin, 16 Februari 2026 tersebut diadakan bersama Kampus ITB dan Rumah Amal Salman melalui Gerakan ITB Peduli Sumatera. Dahliana, warga setempat mengaku sangat bersyukur bisa kembali merasakan daging Meugang bersama keluarganya.
“Alhamdulillah, kami sangat senang. Daging yang kemarin masih ada juga, sekarang sedang kami olah lagi untuk persiapan Ramadhan,” tuturnya haru. Bagi Dahliana dan warga lain, daging Meugang bukan sekadar bahan makanan. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus penanda datangnya Ramadhan, meski mereka harus menjalaninya dalam kondisi serba terbatas.
Pada kesempatan tersebut hadir pula Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara yang mengatakan, ia bersama tim Mahasiswa Berdampak dan Rumah Amal Salman menyelenggarakan program tersebut sebagai ungkapan terima kasih atas keterbukaan masyarakat yang telah menerima mahasiswa untuk mengabdi di desa. Kepala Desa Jamat, Reje mengatakan, bantuan daging Meugang ini diharapkan bisa menambah semangat masyarakat, pulih, dan lebih siap menghadapi Ramadhan. ***
Bagikan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!